Langara, umbaran.id – Bupati Konawe Kepulauan (Konkep) Rifqi Saifullah Razak, melalui Wakilnya Muhamad Farid resmi menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna di ruang rapat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konkep, Senin (6/4/2026).
Dalam sambutannya, Muhamad Farid menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD, Forkopimda, serta seluruh jajaran pemerintah daerah atas dukungan dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“LKPJ ini merupakan bentuk pertanggungjawaban kami dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah selama Tahun Anggaran 2025,” ujarnya.
Kata ia, arah pembangunan daerah tetap mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menenegah Daerah (RPJMD) dengan visi Menuju Wawonii EMAS (Ekonomi Maju, Adil, dan Sejahtera) Berkelanjutan Tahun 2030, dengan tema pembangunan tahun 2025 difokuskan pada transformasi ekonomi, sosial, dan budaya melalui penguatan tata kelola pemerintahan serta pelayanan publik berkelanjutan.
Dalam paparannya, pertumbuhan ekonomi Konawe Kepulauan tercatat sebesar 5,03 persen dan menempati peringkat ke-6 di Sulawesi Tenggara (Sultra), bahkan sambungnya, pada triwulan IV, pertumbuhan melonjak hingga 11,64 persen dan berada di peringkat ke-12 secara Nasional.
Sementara tingkat pengangguran berhasil ditekan hingga 1,52 persen, menjadi yang terendah di Sulawesi Tenggara. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga mengalami peningkatan dari 68,77 menjadi 69,93.
“Peningkatan ini didukung oleh pendapatan per kapita sebesar Rp31,7 juta, rata-rata lama sekolah 9,61 tahun, serta angka harapan hidup mencapai 70,38 tahun,” rincinya.
Di sektor infrastruktur kata politisi Golkar itu, pemerintah daerah mencatat pembangunan jalan sepanjang 2,85 kilometer, jembatan sepanjang 9 meter, serta pembangunan 24 unit rumah layak huni, dan akses sanitasi kini telah menjangkau lebih dari 78 persen masyarakat, sementara akses air minum layak telah melampaui 80 persen rumah tangga.
Pada sektor pertanian dan peternakan, produksi meningkat 24 persen, sementara populasi ternak melonjak hingga 74 persen. Pemkab Konkep juga telah mendorong regenerasi milenial melalui program petani milenial yang menjangkau 25 orang.
Di bidang pendidikan, sebanyak 1.158 mahasiswa menerima bantuan, 718 siswa mendapatkan seragam gratis, serta pembangunan sarana pendidikan terealisasi dalam 36 paket kegiatan.
Sementara itu, di sektor kesehatan, capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) berada pada kisaran 77,15 hingga 97,56 persen.
Sebanyak 49 desa atau 51 persen telah memiliki tenaga kesehatan, dan 18.783 masyarakat telah menerima layanan cek kesehatan gratis. Program Universal Health Coverage (UHC) tetap dipertahankan, sementara pembangunan RSUD tipe C telah mencapai progres di atas 80 persen.
Dari sisi keuangan daerah, realisasi pendapatan mencapai Rp689,8 miliar atau 96,36 persen dari target Rp715,8 miliar. Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga meningkat signifikan dari Rp17,2 miliar menjadi Rp22,5 miliar atau naik 30,9 persen.
Untuk belanja daerah, realisasi mencapai Rp671,2 miliar atau 90,28 persen dari target Rp743,5 miliar, sedangkan pembiayaan daerah terealisasi 100 persen.
Meski demikian, Muhamad Farid mengakui masih terdapat berbagai kekurangan dalam pelaksanaan pembangunan karena itu, pihaknya berharap adanya masukan dan rekomendasi dari DPRD sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk terus bersatu, berkolaborasi, dan bersama-sama membangun Konawe Kepulauan yang lebih maju dan sejahtera,” ajaknya tutup. (Eki)












