Daerah

Sukses Tekan Angka Pengangguran Terbuka, Pemkab Konkep Raih Penghargaan Terbaik Kedua Tingkat Regional

×

Sukses Tekan Angka Pengangguran Terbuka, Pemkab Konkep Raih Penghargaan Terbaik Kedua Tingkat Regional

Sebarkan artikel ini
Dari kiri ke kanan, Sekda Konkep, Ir. H Cecep Trisnajayadi,MM, Bupati Konkep, Rifqi Saifullah Razak, S.T, Kepala Bappeda Konkep, Safiudin Alibas SP.,ME, saat berswafoto usai menerima penghargaan dari Kemendagri di hotel Claro, jum'at (29/5/2026) Malam.

Langara, umbaran.id – Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) patut diacungi jempol, betapa tidak, di tengah kebijakan efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat namun masih bisa menorehkan prestasi brilian karena dinilai mampu menekan penurunan Angka Pengangguran Terbuka (APT) oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tingkat regional.

Daerah yang dipimpin oleh Rifqi Saifullah Razak ST dan Muhamad Farid SE, dinobatkan sebagai Kabupaten terbaik ke dua se-Sulawesi dalam acara resmi yang diselenggarakan oleh Kemendagri di hotel Claro, Jum’at (29/5/2026) malam.

Bupati Konkep Rifqi Saifullah Razak usai menerima penghargaan itu, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada jajaran Pemkab Konkep yang telah bekerja keras membangun sinergisitas dengan masyarakat dalam membangun daerah.

Kata ia, penghargaan itu tidak diraih secara kebetulan melainkan buah dari kerja keras, kerja ikhlas, kerja kolektif, fokus dan terukur.

“Sebagai pimpinan daerah, saya sangat bersyukur karena dalam menjalankan roda pemerintahan ini kami didampingi Sekda, Kepala Bappeda sebagai perencana serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah yang berpengalaman,” jelasnya.

Ditanya soal strategi apa yang dilakukan untuk menekan angka pengangguran terbuka di daerahnya? eks anggota DPRD Sultra itu membeberkan beberapa program serta strategi kebijakan yang dilakukannya.

Bupati Konkep, Rifqi Saifullah Razak, S.T, bersama Kepala Bappeda Konkep, Safiuddin Alibas, S.P.,M.E.

Di antaranya, adalah program petani dan nelayan milenial yang menyasar usia produktif agar tidak bergantung pada sektor formal, upaya itu dilakukan agar mendorong generasi milenial mengembangkan sektor pertanian dan kelautan.

“Kami ingin mengembalikan semangat agraris dan maritim yang diintegrasikan dengan Badan Usaha Milik Desa untuk menjamin keberlanjutan modal dan pasar. Sebagai langkah awal, petani dan nelayan milenial ini kita sudah berangkatkan ke Pulau Jawa (Bogor) untuk belajar langsung,” terangnya.

Strategi lainnya, sambung Rifqi adalah penguatan sektor Usaha Kecil dan Menegah (UMKM) melalui penerapan kebijakan penggunaan produk lokal di seluruh instansi pemerintahan. Setiap organisasi perangkat daerah diwajibkan menggunakan produk olahan UMKM lokal sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelaku usaha di daerah.

“Baru-baru ini kita telah melaksanakan festival Wonderful Wawonii, yang melibatkan langsung pelaku UMKM dan terbukti mampu mendongkrak ekonomi kreatif masyarakat,” katanya.

Kebijakan lainnya, kata politisi besutan AHY itu, adalah pembatasan kegiatan seremonial OPD di luar daerah, langkah itu ditempuh untuk menjaga agar roda perputaran ekonomi tetap berpusat di Pulau Wawonii.

“Penghargaan ini begitu istimewa karena ditengah kebijakan efisiensi tapi kita masih mampu menunjukkan kinerja terbaik hingga mendapat penghargaan luar biasa ini. Ini membuktikan bahwa dengan kerja cerdas, kerja ikhlas dan efektivitas program kita mampu memberikan yang terbaik untuk kesejahteraan masyarakat Pulau Wawonii,” tandasnya. (Eki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *