Langara, Umbaran.id – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Hugua, mengajak masyarakat Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) untuk memanfaatkan sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadhan dengan memperbanyak ibadah dan memperkuat nilai-nilai keimanan.
Ajakan tersebut disampaikan Hugua saat kegiatan Safari Ramadhan Pemprov Sultra bersama Pemkab Konkep dan masyarakat setempat di masjid Al-Muhajirin Langara, Senin (16/3/2026).
Dalam ceramahanya, Hugua menyampaikan rasa syukur karena masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk berkumpul di rumah ibadah dalam suasana Ramadhan yang penuh berkah.
Kata ia, kegiatan Safari Ramadhan yang rutin dilaksanakan setiap tahun oleh Pemprov Sultra memiliki sejumlah tujuan penting, di antaranya memperkuat kehidupan religius masyarakat serta mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
“Safari Ramadhan merupakan salah satu upaya untuk membangun kehidupan masyarakat yang religius, menumbuhkan semangat beribadah, serta memperkuat nilai-nilai keimanan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga sambungnya, menjadi sarana memperkuat sinergitas antara Pemprov Sultra dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota di seluruh Wilayah Sultra, termasuk Kabupaten Konawe Kepulauan.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya kebersamaan, koordinasi yang baik, serta kerja sama yang solid antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita juga bisa bertatap muka langsung dengan masyarakat, mendengar aspirasi mereka, memahami berbagai persoalan yang ada di daerah, serta mencari solusi bersama,” jelasnya.
Hugua juga menilai Konkep memiliki potensi yang sangat besar untuk terus berkembang. Pulau Wawonii dinilai memiliki kekayaan alam yang melimpah, baik di sektor perikanan, kelautan, pertanian, maupun pariwisata.
Ia turut mengapresiasi visi pembangunan Kabupaten Konawe Kepulauan yaitu “Menuju Wawonii Emas (Ekonomi Maju, Adil dan Sejahtera) Berkelanjutan Tahun 2030.”
Visi tersebut katanya, mencerminkan harapan besar agar Konkep dapat berkembang menjadi daerah yang maju secara ekonomi, masyarakatnya hidup sejahtera, serta pembangunan yang dilaksanakan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
Di kesempatan itu, Hugua mengingatkan pentingnya memaknai ibadah puasa sebagai proses pembentukan pribadi yang bertakwa, bukan sekadar menahan lapar dan dahaga.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk memaksimalkan ibadah di sepuluh hari terakhir Ramadhan, karena pada malam-malam tersebut terdapat Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.
“Sepuluh hari terakhir Ramadhan merupakan kesempatan bagi kita untuk memperbaiki kekurangan ibadah yang telah kita lakukan sebelumnya, dengan memperbanyak shalat malam, membaca Al-Qur’an, berdzikir, bersedekah, dan berdoa kepada Allah SWT,” tandasnya. (Eki)












