Catatan : Abd. Karim Lampoku
Ada rasa sedih yang sulit diungkapkan dengan kata-kata ketika mendengar Media Cetak Rakyat Sultra (PT. Kendari Ekspress) harus menutup lembar perjalanannya.
Di tempat inilah saya pernah memulai langkah. Di sinilah saya belajar bagaimana mencari fakta, menulis berita, menemui narasumber, menjaga kode etik, dan memahami bahwa menjadi seorang jurnalis bukan sekadar menulis, tetapi juga menyuarakan kepentingan publik.
Rakyat Sultra bukan hanya sebuah media bagi saya. Ia adalah bagian dari perjalanan hidup dan proses panjang saya mengenal dunia jurnalistik.
Banyak kenangan yang tertinggal_tentang deadline, liputan, diskusi, kritik, tawa, lelah, dan kebersamaan dengan orang-orang hebat yang pernah menjadi bagian dari perjalanan itu.
Hari ini, ketika media yang pernah menjadi tempat saya bertumbuh harus menutup pintunya, rasanya seperti melihat salah satu bagian dari perjalanan hidup ikut menutup lembarannya.
Namun, apa yang telah diajarkan Rakyat Sultra tidak akan pernah benar-benar berakhir. Tulisan boleh berhenti terbit di atas kertas, tetapi ilmu, pengalaman, persahabatan, dan kenangan akan tetap hidup.
Terima kasih Rakyat Sultra.
Terima kasih telah menjadi tempat saya memulai perjalanan menjadi seorang jurnalis. Selamat jalan, Rakyat Sultra.
Jejakmu tetap menjadi bagian dari perjalanan saya. Sebab, di sanalah saya pernah belajar untuk menyuarakan kebenaran melalui kata-kata.****












