Daerah

Reses Laskar Bili Ungkap Potret Pilu Kehidupan Warga Trasmigrasi

×

Reses Laskar Bili Ungkap Potret Pilu Kehidupan Warga Trasmigrasi

Sebarkan artikel ini
Beberapa warga Mekar Sari Kecamatan Wawonii Tengah berswafoto usai pelaksanaan reses, Selasa (3/11/2026) --- Foto : Eki

Langara, umbaran.id – Raut sedih Mintono (60) warga Desa Mekar Sari Kecamatan Wawonii Tengah Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) tak mampu disembunyikan. Wajahnya tidak lagi berseri seperti hari-hari biasanya. Petani sayur itu terpaksa harus berhenti menanam karena kesulitan mendapat air di musim kemarau saat ini, sementara ia menggantungkan hidupnya dari jualan sayur.

“Sekarang sumber air yang penting. Buat apa bibit kalau ngak ada air, mau di simpan di mana itu bibit. Jangankan pohon, warga saja sangat kesusahan air,” keluh lansia yang datang dari Magelang Jawa Tengah melalui Program Transmigrasi tahun 1992 itu, di hadapan Ketua Bapemperda DPRD Konkep, Laskar Bili, S.H.,M.Sos saat melaksankan reses masa sidang ke tiga di Desa Mekar Sari, Selasa (3/11/2026).

Saat reses, pria lanjut usia yang memiliki dua orang anak itu. Tidak meminta yang muluk-muluk. Ia hanya mengusulkan program pembangunan yang bisa memenuhi kebutuhan air warga, termasuk air untuk kebutuhan pertanian.

“Tolong Pak, kalau bisa secepatnya diusahakan,” pinta Mintono singkat.

Sementara itu, Warga lainnya, Nikolaus Noang (72) mengeluhkan hal yang sama. Kata ia, warga trasmigrasi sangat kesulitan mendapatkan pasokan air, khususnya desa Mekar Sari. Untuk mendapatkan air bersih, warga harus rela merogoh kocek Rp80.000 per tandon ukuran 1.200 liter.

“Saya hanya memberikan masukan, sudah banyak yang datang main janji-janji, datang lagi sosialisasi, sudah banyak yang datang di sini, tolong diingat Pak,” kesal lansia asal flores Nusa Tenggara Timur itu dengan ucapan yang terbata-bata.

Suasana pelaksanaan reses Laskar Bili di Desa Mekar Sari, Selasa (3/11/2026) — Foto : Eki

Usulan lain, Pria yang sudah bermukim selama 32 tahun di kawasan transmigrasi itu. Adalah peningkatan jalan pemukiman dan ruas jalan yang menghubungkan desa Mekar Sari, Tumbu-tumbu Jaya, Morobea dan Batumea.

“Yang lalu kami usulkan supaya lampu masuk, sekarang sudah ada lampu, tinggal air dan jalan yang diperbaiki, tolong diingat pak,” singkat Nikolaus dengan nada mengigatkan.

Sementara itu, Laskar Bili saat memberikan tanggapan, membeberkan, bahwa ia sudah meninjau langsung ruas jalan rusak yang menghubungkan empat desa itu beberapa waktu lalu, bahkan dirinya kerap menyuarakan saat pembahasan anggaran.

“Saya sudah memberikan warning kepada Dinas Pekerjaan Umum bahwa tahun 2027 ruas jalan yang rusak harus diperbaiki, tidak ada lagi alasan lain,” tegasnya.

Suasana pelaksanaan reses Laskar Bili di Desa Mekar Sari, Selasa (3/11/2026) — Foto : Eki

Meski demikian kata politisi Demokrat itu, warga harus besabar, tahun ini diakuinya memang Pemerintah Kabupaten mengalami kesulitan dalam hal penganggaran akibat efisiensi atau pemotongan anggaran dari Pemerintah Pusat.

“Usualan ini benar-benar akan kita perjuangkan secara maksimal, air dan akses jalan adalah kebutuhan mendesak. Apalagi warga sudah beberapa kali mengalami insiden kecelakaan, sesuai informasi yang saya peroleh ada siswa SMP kecelakaan dan Ibu Hamil mengalami pendarahan, akibat jalan penghubung antar kecamatan ini. Kondisi jalan rusak ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, karena membahayakan keselamatan warga. Insaa Allah juga Pemerintah akan menyahuti usulan ini,” tandasnya. (Eki)

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *